 |
| de'Clan Cafe Cipete digeledah polisi dugaan kasus korupsi dan pencucian uang |
Kilasnegara.id, Jakarta - Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan besar di Kafe de'Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (08/072026). Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan gabungan atas untuk kasus korupsi, suap, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) berskala besar, yaitu kasus PT Asabri, PT Krakatau Steel, dan dugaan korupsi pasokan batu bara yang memicu blackout (Pemadaman listeik Massal) di Sumatera.
Polisi Temukan Brankas Rahasia Berisi Uang Puluhan Miliar
Penyidik menemukan sebuah brankas besar berisikan uang dolar dengan kisaran puluhan miliar rupiah dan tumpukan emas batangan bertotal berat 74kg. itu ditemukan saat polisi membongkar sebuah ruang rahasia yang tersembunyi di balik lemari pajangan di area khusus staf lantai dua.
"Setelah dikonversikan ke dalam rupiah, nilainya mencapai hampir Rp60 miliar. Seluruh uang tersebut berupa pecahan mata uang USD dan SGD ditemukan di lokasi Kafe de'Clan," ujar Kepala Kortastipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, dilansir dari Times Indonesia.
Selain kafe tersebut, polisi juga menyisir 11 lokasi lainnya di Jakarta, termasuk sebuah tempat penukaran uang (money changer) yang berada tepat di sebelah kafe, di mana polisi menyita tambahan uang senilai Rp 7,2 miliar.
Adanya Dugaan Keterlibatan Jampidsus Kejaksaan Agung
 |
| Kortastipidkor Polri curigai keterlibatan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah |
Penggeledahan menuai perhatian publik karena Kafe de'Clan memiliki rekam jejak historis yang membawa nama pejabat negara. Lokasi ini merupakan tempat kejadian perkara (TKP) di mana Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, sempat dikuntit oleh anggota Densus 88 pada Mei 2024 lalu.
Berdasarkan keterangan saksi dan dokumen kepemilikan, muncul spekulasi mengenai keterkaitan nama pejabat Kejaksaan tersebut dalam pusaran kasus ini. Terlebih, pengamanan di sekitar rumah dinas Jampidsus sempat diperketat oleh personel TNI pasca-penggeledahan berlangsung. Kafe tersebut diketahui dikelola oleh Ferry Yanto Hongkiriwang, yang komunikasinya tengah didalami polisi terkait dugaan praktik pengaturan perkara bersama sejumlah oknum di Kejaksaan Agung.
Namun, sampai saat ini pihak kepolisian menegaskan bahwa dugaan keterlibatan maupun keterkaitan nama-nama tertentu masih harus dibuktikan secara hukum melalui bukti dokumen dan pemeriksaan yang sah.
"Rangkaian penggeledahan ini murni bagian dari proses penyidikan untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti. Mengenai informasi (keterkaitan pihak lain), hal itu harus dibuktikan dengan dokumen resmi di pengadilan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.
Bersamaan dengan itu, Kejaksaan Agung juga belum memberikan pernyataan resmi atau tanggapan mengenai perkembangan penyidikan dan spekulasi yang tengah bergulir. Proses join investigasi antara Polri dan instansi terkait masih terus berjalan guna menelusuri aliran dana TPPU tersebut secara transparan.