Rutan Palu Perkuat Pembinaan Kepribadian melalui Program Pendidikan Kesetaraan


KIlasnegara.id, PALU — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palu terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak Warga Binaan yang mandiri dan siap kembali ke masyarakat. 

Melalui sinergi lintas sektoral, Bersama Pusat Kegiatan Masyarakatan (PKBM) Nosarara Nosabatutu, Rutan Palu memperkuat program pembinaan kepribadian dan intelektual dengan menggencarkan pelaksanaan program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, Rabu (4/11/2026).

Kepala Rutan Kelas IIA Palu, Wachid Kurniawan Budi Santoso, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari hak dasar warga binaan yang dijamin oleh undang-undang, sekaligus langkah strategis dalam memutus rantai pelanggaran hukum berulang (recidivism).

"Pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk warga binaan. Melalui program pendidikan kesetaraan ini, kami ingin memastikan bahwa masa hukuman di rutan tidak disia-siakan, melainkan menjadi momentum transformasi diri agar mereka memiliki ijazah resmi dan bekal pengetahuan saat bebas nanti," ujarnya.

Pelaksanaan program pendidikan kesetaraan di Rutan Palu dirancang secara komprehensif. Selain materi akademis setara sekolah formal (mulai dari tingkat SD/Paket A, SMP/Paket B, hingga SMA/Paket C), para peserta didik juga mendapatkan porsi pembinaan kepribadian yang intensif.

Program ini disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh para peserta didik dari kalangan warga binaan. Ruang kelas darurat di lingkungan rutan tampak dipadati oleh warga binaan yang dengan serius mengikuti proses kegiatan belajar mengajar bersama para tenaga pengajar profesional.

Salah satu warga binaan peserta Paket C mengungkapkan rasa syukur dan optimismenya berkat adanya program ini.

"Awalnya saya merasa masa depan sudah tertutup. Tapi di sini, meski berada di balik jeruji, saya justru mendapat kesempatan kedua untuk melanjutkan sekolah yang dulu sempat terputus. Saya ingin membanggakan keluarga saat keluar nanti," tuturnya penuh haru.


Pihak Rutan Palu berharap program pendidikan kesetaraan ini dapat terus berjalan berkesinambungan dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. 

Ke depannya, ijazah yang diperoleh para warga binaan diharapkan menjadi modal utama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau mempermudah mereka dalam mendapatkan pekerjaan yang layak setelah menyelesaikan masa hukuman.

"Sebagai pihak yang bekerjasama kami akan berusaha hasil dari pendididikan kesetaraan ini dapat memberi output yang baik pada kelangsungan hidup warga binaan nanti," ucap Jannah salah satu tutor PKBM Nosarara.

Dengan langkah nyata ini, Rutan Palu membuktikan bahwa unit pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penahanan, melainkan wadah pembinaan yang manusiawi, edukatif, dan transformatif. (Sm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama