Mojtaba khamenei Sampaikan Pidato Kemenangan Iran, Bersumpah Akan Balas Dendam Kematian Ayahnya

Mojtaba khamenei, pimpinan tertinggi Iran


Kilasnegara, TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyampaikan pidato resmi yang menandai 40 hari wafatnya sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam pernyataan yang disiarkan melalui media pemerintah dan platform media sosial resminya pada Kamis (9/4/2026), Mojtaba menegaskan kemenangan Iran dalam konflik baru-baru ini dan bersumpah akan menuntut balas atas kematian ayahnya yang tewas dalam serangan gabungan pada akhir Februari lalu.

Mojtaba menggambarkan ketahanan Iran selama konflik yang ia sebut sebagai "Pertahanan Suci Ketiga" sebagai sebuah kemenangan strategis yang nyata. Meskipun Iran baru saja menyepakati gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan pada 8 April 2026, Mojtaba menegaskan bahwa bangsa Iran telah muncul sebagai pemenang sejati.

"Pada tahap Pertahanan Suci Ketiga ini, dapat dikatakan dengan penuh keyakinan bahwa Anda, bangsa Iran yang heroik, adalah pemenang pasti di medan perang ini," tulis pernyataan yang diunggah melalui akun X resmi @MKhamenei_ir.

Sumpah Balas Dendam dan Ganti Rugi

rakyat iran rayakan kemenangan atas AS - Israel

Pidato tersebut kental dengan nada peringatan terhadap Amerika Serikat dan Israel. Mojtaba menyebut kematian ayahnya sebagai salah satu "malapetaka terberat dalam sejarah bangsa" dan "kejahatan besar terhadap Islam."

Beberapa poin penting dalam pidatonya meliputi:

  • Balas Dendam: Mojtaba bersumpah tidak akan membiarkan "agresor kriminal" yang menyerang Iran lolos tanpa hukuman.

  • Ganti Rugi Perang: Iran akan menuntut kompensasi atas setiap kerusakan material dan moral, serta "uang darah" (reparasi) bagi para martir yang gugur, termasuk keluarganya sendiri.

  • Selat Hormuz: Ia mengumumkan bahwa Teheran akan memulai strategi baru dalam pengelolaan Selat Hormuz, membawa kontrol jalur minyak vital tersebut ke "tahap baru."

rakyat Iran berpesta, rayakan kemenagan (sumber : cnnindonesia)

Menariknya, meskipun pesan ini disebarluaskan secara luas, Mojtaba Khamenei sendiri belum terlihat muncul secara fisik di hadapan publik. Laporan dari Reuters dan beberapa media internasional menyebutkan bahwa sang Pemimpin Tertinggi baru masih dalam masa pemulihan akibat luka parah pada wajah dan kaki yang dideritanya saat serangan udara yang menewaskan ayahnya pada 28 Februari di kompleks kediamannya.

Ketidakhadiran fisiknya sempat memicu berbagai spekulasi di media sosial Iran, namun para pendukung pemerintah menegaskan bahwa pesan tertulis dan rekaman suara tersebut merupakan instruksi resmi yang harus dijalankan oleh seluruh "Front Perlawanan."

Pesan untuk Negara Tetangga

Dalam pidato yang sama, Mojtaba juga mengirimkan pesan khusus kepada negara-negara Arab di Teluk Persia. Ia meminta mereka untuk waspada terhadap "janji palsu setan" (merujuk pada kekuatan Barat) dan mengajak mereka untuk berdiri di "tempat yang tepat" demi persaudaraan Islam.

Saat ini, dunia internasional tengah menantikan jalannya negosiasi langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang dijadwalkan akan dimulai di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4/2026), guna membahas keberlanjutan gencatan senjata di kawasan tersebut. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama